Senin, 03 Maret 2008

Cerita Pupa

Sedikit percakapan antara aku dan Pupa, gadis cilik yang sangat pintar, dan mencuri perhatian ku. Aku bertemu Pupa sewaktu perjalanan pulang dari kampus ku du daerah kebon jeruk. Kebetulan saat itu aku naik bis AKAP Cilegon - Bekasi. Kursi lumayan penuh, ada satu tempat kosong di sebelah seorang ibu muda yang membawa sorang anak kecil berusiasekitar 6 tahun, ketika aku mendekat dia mempersilahkan duduk sambil memangku anaknya. Anaknya cerdas dan ramah, pertama tama anak itu menawarkan aku permen nya yang cuma satu, lalu aku menolak, lalu aku mulai menanyai anak ini dan akhir nya tercipta percakapan seperti berikut.


Sekarang Aku kelas 1 SD teh, sekolah nya di SD negeri 1 Cilegon, Pupa udah bisa baca loh, Pupa juga pinter matematika. Nilai matematika Pupa 100 teh...

Pupa udah bisa kali-kalian, udah bisa bagi-bagian, soalnya Pupa ikut ibu jualan di Mall, jadi harus bisa hitung hitungan, Pupa jualan di Mal Cilegon, kata ibu sebener nya di sana ga boleh jualan tapi pak satpam baik sama Pupa, jadi Pupa boleh jualan, kalo yang lain jualan ga boleh keliling dan harus bayar ke pak satpam, tapi pupa boleh jualan keliling dan kata pak satpam ga usah bayar.


Teh, Temen Pupa di mall banyak banget, semua sayang sama Pupa. Semua juga tau kalo Pupa pengen jadi artis. Waktu itu pernah ada lomba di mall, lomba bintang cilik. Puapa lagi keliling jualan, trus yang jadi langganan Pupa manggil... katanya ada lomba tuh... Pupa ikut aja, gratis koq... Trus Pupa ikut lomba, yang lain baju nya bagus bagus, pakai dandan segala, sepatu nya juga bagus bagus. Pupa ikut lomba pakai sendal jepit teh... baju nya juga baju jualan, tapi ga apa apa, Pupa ga malu koq, Pupa ikut naik panggung kaya yg lain nya, jalan jalan di panggung, tapi teh... Pupa ga juara, katanya karena baju Pupa jelek, tapi ga apa apa teh.... nanti pupa mau ikut lomba lagi....

Pupa juga suka nyanyi teh, pupa pengen sekolah musik, tapi kata Ibu sekolah musik mahal, jadi pupa belajar nyanyi sendiri aja....

Pupa sekarang baru pulang sekolah teh, Pupa seneng banget sekolah, pelajaran yang paling Pupa suka Matematika, nilai Pupa selalu bagus, trus pupa suka bahasa inggris, sekarang pupa udah tau angka dalam bahasa inggris... Sekarang Pupa belum terima rapot jadi belum tau jadi juara berapa, Pupa pengen jadi juara satu terus, Pupa Pengen jadi anak pintar, Pupa juga suka baca, tapi Pupa ga punya buku, buku mahal teh... Paling Pupa pinjam dari teman atau dari sekolah, Pupa cuma punya buku matematika....


Pupa cuma salah satu dari sekian banyak anak Indonesia, yang berbakat, berani, dan cerdas, anak anak seperti Pupa adalah bintang untuk masa depan Indonesia. Tetapi entah kenapa dunia seperti nya sedikit tidak adil, anak secerdas Pupa tidak memiliki banyak kesempatan di karena kan biaya untuk sebuah pendidikan sangat tinggi.

Jangan sampai bintang bintang ini harus hilang cuma karena mereka tidak mendapat kan kesempatan untuk mengembangkan kecerdasannya. Tetapi harapan menjadi bintang seperti itu terlihat sangat kecil sekali di mata seorang Pupa, kehidupan yang ia alami sangat sulit, keberuntungan sepertinya jauh dari diri nya. Kesempatan yang ada cuma tipis. Tapi yang sangat aku sukai dari Pupa adalah dia masih memiliki impian. Karena hidup tanpa impian sama saja dengan hidup tanpa harapan.

Jumat, 22 Februari 2008

Megah nya Pangrango

Setiap kali aku mencari arti dari kesendirian, aku akan melangkahan kaki ke kaki gunung Pangrango, di sana suasana tenang dan nyaman akan selalu datang. Melihat suatu kebesaran membuat aku selalu merasa kecil, merasa bahwa aku tidak ada apa apa nya di banding kebesaran yang maha kuasa, dan membuat aku kembali menilai diri tentang apa rti dari kehidupan.









Kamis, 21 Februari 2008

Yang Kecil Kecil di Pangrango

Keistimewaan dari kamera kecil aku adalah, walau level nya masih di bawah DSLR tapi S3 IS memiliki kemampuan untuk memotret supermacro tanpa mengganti lensa (memang lensa nya tidak bisa di ganti siiy...). Kemampuan supermacro ini membuat aku sedikit bereksplorasi dalam memotret serangga. Dalam perjalanan menuju kebun teh, aku menemukan objek objek kecil yang sayang untuk di lewatkan.











Ciparay, Berpagar Cakrawala

Ciparay, lokasi ini menjadi tempat yang termasuk sering aku kunjungi. Salah satu dari teman baik aku Dewi memiliki villa keluarga disana. Ciparay adalah tempat yang selalu membuat aku kagum atas kebesaran Illahi, ngarai yang indah, tanah yang subur, dan penduduk yang ramah.

Keindahan Ciparay membuat aku teringat sebuah puisi

langit adalah menara tertinggi
katakan kepada ku
siapakah yang telah berhasil memuncaki?
pergi belum tentu mencari
pun tidak semua berani menunggu sepi
tapi disini
pagi tetap menjanjikan mentari

Di ambil dari buku Buyat: hari terus berdenyut - halaman 3, thanks to Om Dentar & Om Jarah for such inspirasing book....






Surya Tenggelam di Carita

Melihat matahari terbenam adalah salah satu dari waktu favorit aku. Melihat cahaya indah yang berlahan hilang di telan garis horison, cahaya keemasan yang luar biasa indah dan sulit untuk di lupakan. Cahaya yang selalu membuat ku ingin kembali







Serunya main bola

Painting with heart..... FootBall @ Gedoeng Djoang
Minggu terakhir bulan agustus 2007, seorang teman mengajak ku untuk menemani ke sebuah acara rapat akbar OI, cuaca lumayan panas. Karena aku bukan anggota dari OI aku memutuskan untuk tidak ikut ke dalam ruang rapat, dan hanya menunggu di luar. Sebenar nya agak membosankan, tatapi aku mendapat hiburan pertandiangan bola yang paling mengesankan dan yang paling seru dari pada liga manapun.
Anak anak warga sekitar Gedung Djoang biasa bemain di halaman dalam gedung ini, memang wilayah terbuka di Jakarta sangat sedikit, jadi sangat sulit bagi anak anak ini menemukan tempat yang cukup luas untuk bermain, dari pada mereka bermain di jalan raya, alih alih mereka memilih untuk bermain di lapangan gedung ini.
Pertandingan ini sangat fair, penuh tawa, penuh semangat, dan anak anak yang sangat sportif. Berikut foto foto dari pertandingan tersebut. Kamera yang di gunakan Canon S3 IS, di edit di Photoshop, sekaligus belajar mengisolasi objek.
The Striker

Striker Attack!!!!


The Goal Keeper

The Goal Keeper